Senin, 01 Juni 2020

Blog Pembawa Berkah Om Jay


Pertemuan 1 : Senin, 1 Juni 2020
Narasumber : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd
Peresume      : Nur Najmah, S.Pd


Materi pertama ini menjadi pembuka ilmu baru bagi saya seorang guru yang masih belajar menulis. Belajar dari seorang guru berprestasi sekaligus blogger, Om Jay.
Beliau telah banyak menerbitkan buku solonya. Termasuk empat buku berikut :
Keempat buku ini adalah hasil dari menulis di blog.

Banyak orang tidak tahu bahwa menulis buku itu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu saya menulis setiap hari di blog. Dengan begitu saya bisa membuat buku dari hasil menulis di blog. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Tema inilah yang malam ini saya berikan dari wa group gelombang 1 sampai 12 secara online di wa group. Menerbitkan buku dari hasil menulis di blog.

Sekedar informasi. Buku catatan harian seorang guru blogger diterbitkan dalam waktu 6 bulan. Buku ini dikerjakan dengan sangat teliti oleh pak sukarno yang menjadi editornya. Selama pengerjaan buku tidak pernah satu kalipun kami bertatap muka. Pak Sukarno mengerjakannya di Semarang. Sedangkan omjay ada di bekasi. Kami berkomunikasi hanya lewat wa saja. Tulisan diambil dari kisah nyata omjay yang ditulis di blog kompasiana.com/wijayalabs.

Buku melejitkan keterampilan menulis siswa diterbitkan dalam waktu 3 bulan. Buku ini adalah hasil penelitian tindakan kelas atau PTK yang lolos masuk final lomba karya tulis inovasi pembelajaran tingkat nasional. Berkat PTK ini Om Jay mendapatkan laptop baru dan uang jutaan rupiah. Bisa ke bali gratis naik pesawat garuda indonesia dan menginap di hotel bintang 5.

Awalnya Om Jay tidak tahu kalau hasil PTK bisa dijadikan buku ber ISBN. Setelah belajar sama pak Lukman di jawa timur lewat online, omjay menjadi tahu ilmunya.

Ibu Hati di Bandung menawarkan diri menjadi editornya. Tentu saja Om Jay senang sekali karena belum punya pengalaman sama sekali menulis buku dari hasil PTK. Alhamdulillah buku itu jadi dan banyak yang memesannya.

Berkat membuat laporan PTK yang baik saya dapat hadiah kuliah singkat ke China University of Mining Technology atau CUMT. Om Jay belajar steam di sana dan pulang dengan membawa uang senilai 21 juta. Wow, Fantastis bukan?

Bukan hanya uang tapi juga segudang pengetahuan baru yang akan Om Jay terbitkan dalam buku baru. Sekarang sedang dikerjakan prosesnya di penerbit Camp Pustaka Yogyakarta.

Buku Blogger ternama adalah sebuah buku yang diterbitkan dari hasil menulis di blog selama 6 bulan.

Buku ini diterbitkan oleh Pak Wiranto dari penerbit Camp Pustaka. Buku ini berkisah tentang kisah nyata Om Jay dalam menulis di blog dan menjadi blogger ternama.

Lewat buku ini Om Jay mengajak kawan kawan guru untuk menulis di blog dan kemudian merajut tulisannya menjadi buku yang layak jual. Jadi tidak mengajari guru cara membuat blog. Sebab cara membuat blog dapat dengan mudah kita dapatkan di google.com dan youtube.com. Banyak orang baik yang sudah menuliskannya di internet.

Blogger ternama ditulis dari kisah kisah inspiratif bagaimana seorang guru yang biasa saja dapat menjadi guru yang luar biasa.

Bahkan berkat rajin menulos di blog Om Jay diundang keliling Indonesia dan diajak makan siang di istana negara bersama Presiden Jokowi.

Itulah keajaiban ngeblog yang mengantarkan Om Jay menjadi blogger ternama. Bahkan kami suami istri bisa bulan madu gratis ke Singapura gara gara menulis di blog. Hal itulah yang ingin Om Jay tularkan dalam buku ini.

Bukan menularkan virus corona tapi menularkan virus ngeblog di kalangan guru Indonesia. Dengan begitu para guru menjadi blogger ternama dan menjadi guru blogger Indonesia.

Buku menulislah setiap hari adalah buku pertama kali yang Om Jay terbitkan di penerbit mayor. Perlu waktu 3 tahun menerbitkan bukunya. Om Jay masih belum percaya diri menerbitkan buku. Sebab seringkali ditolak oleh penerbit mayor.

Namun omjay tak pernah putus asa. Buku akhirnya jadi berkat jasa mbak Abdah Khan. Berkat beliau buku itu menjadi enak dan renyah dibaca.

Kemudian buku itu diterbitkan oleh penerbit Indeks Jakarta dengan editor mas Yuan Acita. Sampai sekarang Om Jay belum pernah bertemu orangnya. Kabarnya beliau ada di Padang. Berkat tangan dingin beliau buku ini laku keras dan tersebar ke seluruh Indonesia. Berkat buku ini Om Jay membeli rumah baru. Tidak besar tapi cukup untuk berlibur bersama keluarga di wanaraja Garut Jawa Barat.

Pesan apa yang ingin omjay sampaikan malam ini?

Omjay ingin menyampaikan kepada kawan kawan guru bahwa kolaborasi itu penting.

Keempat buku yang omjay terbitkan adalah berkat kolaborasi antara penulis dan editor. Penerbit yang baik tentu memerlukan waktu dalam proses editingnya. Hal ini kurang disadari oleh para penulis pemula. Apalagi buat kawan guru yg menulis hanya untuk kenaikan pangkat.

Jadi menulis buku itu bertujuan berbagi ilmu dan pengalaman. Bukan sekedar menambah point untuk kenaikan pangkat saja.

Sesi Tanya Jawab

Om Jay... mohon donk berbagi begitu besar perjuangn Om Jay dalam menghasilkan sebuah karya besar, bagaimana langkah Om Jay untk bisa mngarungi dan meraih keberhasilan dan kesuksesan yang telah diraih?

Saya I Nengah Suradnya asal sekolah SMPN 1 Banjarangkan Klungkung Bali

Jawaban
Berbagi itu tidak pernah rugi. Kita bisa berbagi ilmu lewat blog di internet.

Hal itulah yang Om Jay lakukan selama 11 tahun ini. Orang tahu Om Jay dari tulisan di blog.

Kesuksesan itu butuh proses. Ibarat bertani. Kita akan menghasilkan padi yg bagus kalau prosesnya bagus. Ingat selalu ilmu padi. Kian berisi kian merunduk.

Kesimpulan

Menulis dan meberbitkan buku butuh kolaborasi. Penulis tidak bisa bekerja sendiri. Butuh orang lain yang baik hati seperti editor yg menemukan kesalahan kita dalam menulis. Oleh karena itu, nikmati prosesnya dan mulailah menulis di blog. Diminta atau tidak diminta. Blog harus kita isi dengan tulisan yg menarik dan inspiratif. Pasti akan banyak pengunjungnya tanpa kita minta.

Semoga materi ini bermanfaat.

Sabtu, 02 Mei 2020

TEKNIK MEMASARKAN BUKU


Pertemuan 12    : Kamis, 23 April 2020
Waktu                : Pukul 19.00 s/d 21.00 WIB
Tema                 : Teknik Memasarkan Buku
Narasumber      : Agus Subardana, SE, M.M (Director of Marketing ANDI Publisher)
Peresume         : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Strategi Pemasaran Buku

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak-anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khusunya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyrakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi.

Saat ini terdapat 1.328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota IKATAN PENERBIT INDONESIA (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit dan sisanya sudah tidak aktif lagi. Dalam rangka untuk mempertahankan industri penerbitan buku, supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu strategi pemasaran. Strategi pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha  dan interpreneur yang menjalankan bisnis.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian, hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku yang diterbitkan tersebut dikelompokkan menjadi kategori buku. Salah satu contoh penerbit Andi Offset menerbitkan buku cukup banyak kategori produk yaitu ada 32 kategori produk buku (kategori buku Anak, buku bisnis, buku pertanian, fiski-novel, buku pengembangan diri, buku teks, dll)

Dari jenis kategori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis kategori buku yang diterbitkan. Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis. Sehingga strategi pemasaran pada umumnya dipengaruhi oleh faktor yang meliputi :
1   1.    Faktor mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat 
     2.   Faktor makro, yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini kami dalam menjalankan bisnis penerbitan buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan penerbit ANDI Offset sudah termasuk industri penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah dikelompokkan menjadi 32 kategori.

Strategi pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu, strategi pemasaran buku serangan udara dan strategi pemasaran buku serangan darat dengan berlandaskan pada faktor mikro dan makro tersebut di atas.

Strategi pemasaran buku serangan udara (pemasaran buku lewat online)
Saat ini yang sedang ngetren dan gencar di dunia maya yaitu strategi pemasaran yang banyak dipakai oleh setiap orang yan sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat online melalui website dan media sosial lainnya. Kalau kita sudah mempunyai produk buku yang jenis kategorinya banyak maka langkah awal kita harus buat website. Katakanlah website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan buku. Dengan website kita dapat merencanakan promosi dalam melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk, harga, promosi, layanan, alamat, testimoni dan lain sebagainya. Untuk penjualan buku lewat online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi supaya kita dapat :
ü  Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
ü  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga
ü  Menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
ü  Menaikkan penjualan dan profit
ü  Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
ü  Membentuk citra produk di benak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
ü  Mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapat konsumen
Media online yang dapat kita lakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi di benak Anda sekalian yaitu lewat telepon, wa, sms, email dan lain-lain.

Pemasaran buku lewat komunitas
Kita tentunya mempunyai komunitas masing-masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi, maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Strategi pemasaran buku serangan darat
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku, kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami penerbit ANDI telah mempunyai 43 cabang di kota dari Aceh sampai Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju antara lain,
  1.      .   Toko Buku

Penerbit buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri, sebagian besar sebagai pemasok toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis toko buku modern, toko buku semi modern dan toko tradisional.
Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut, hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda-beda
    Toko Buku Modern
Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Bookstore, Gunung Agung Book store dan TogaMas Books Store. Toko buku modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi.

Toko Buku Semimodern
Biasanya masih dikendalikan dan menggunakan sistem administrasi penjualan setiap toko

Toko Buku Tradisional
Biasanya sistem transaksinya masih manual.
Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para penerbit buku dengan sistem titip jual, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi promosi di toko buku modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan antara lain 
-Menguasai display buku, supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol
§       -Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
§       - Mengadakan bedah buku, talk show dan ptongan harga pada buku tertentu  atau perioe tertentu
§      -Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program ramadhan, program TAB, program TAM, dll).
     Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan, kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal toko buku modern tersebut.

2)    Directselling
Pemasaran buku melalui direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis kategori buku yang diterbitkan. Jenis kategori buku penjualan lewat directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu ;
§  Buku pendidikan (buku mata pelajaran utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK)
§  Buku teks perguruan tinggi untuk semua mata kuliah
§  Buku referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK, Perguruan tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis kategori tersebut di atas maka kami sebagai industri penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (sales).
Tugas tenaga penjual/ sales tersebut kita beri tanggungjawab sesuai maping areanya masing-masing yang bertugas :
§  Kunjungan langsung ke setiap sekolah
§  Kunjungan langsung ke setiap kampus
§  Kunjungan langsung ke setiap perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, perpustakaan daerah, dll
Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak internal sekolah, kampus, perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku meningkat.

3)    Ma3) Melakukan Event-event
           Aktive dalam melakukan event-event  seperti event pameran buku, seminar, workshop, tryout dan sebagainya .

             Penerbit ANDI Offset mempunyai website : www.andipublisher.com dan bekerjasama dengan semua marketplace termasuk tokopedia.

Kamis, 23 April 2020

Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Andi Yogyakarta


Pertemuan 11  : Rabu, 22 April 2020
Waktu             : Pukul 19.00 s/d 21.00 WIB
Tema                : Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku 
                           di Penerbit Andi  Yogyakarta
Narasumber      : Edi S. Mulyanta, S.Si, M.T (Publishing Consultant Andi  Publisher)
Peresume         : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)












Sebagai penulis akan sangat merasa bahagia bila buku yang ditulis berhasilkan diterbitkan dan kemudian menjadi best seller. Nah, bagaimana cara kita menulis dengan baik hingga bisa diterbitkan oleh penerbit? Mari kita bahas bersama pemateri kali ini, Edi S.Mulyanta dari penerbit Andi Yogyakarta.

Edi S. Mulyanta adalah seorang Publishing Consultant pada penerbit Andi Yogyakarta. Beliau menempuh pendidikan S1 Geografi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994 kemudian melanjutkan pendidikan S2 pada Fakultas Elektro di kampus yang sama dengan jurusan Teknologi Informasi pada tahun 2006. Perjalanan karirnya yang gemilang dengan bermula menjadi Staff Litbang Komputer PT Wahana Semarang (1995-2001), Biro Penerbitan Buku Umum PBU ANDI Yogyakarta (2006-2007) hingga kini menjadi Publishing Consultant Andi Publisher. Beliau pun mahir dalam beberapa aplikasi software seperti Corel Draw X4, Adobe Photoshop CS4, Teknik modern fotografi digital dan menjadi desainer layout andal dengan Adobe Indesign CS dan masih banyak lagi. Keahlian – keahlian tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi aktivitasnya saat ini.

Menurut Pak Edi, saat ini penerbitan sedang betul-betul diuji ketahanannya, terutama di tengah kondisi terkini outlet penerbitan tutup karena pandemi yang luar biasa mengubah haluan penerbit secara mendadak.

Darah penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, di mana karya tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembaca melalui outlet-outlet pemasaran baik toko buku, kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.

Setiap penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional sebagai penanda terbitannya dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus.
Penerbit di bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam menerbitkan buku. Sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap terbitannya.

Penulis dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjaga apakah tulisannya sudah sesuai dengan visi misi penerbitan. Hal ini untuk menghemat waktu dan baiaya dalam mempersiapkan tulisannya.

Setiap penerbit, mempunyai SOP (standar operasional prosedur) dalam memilih dan memilah tulisan untuk dijadikan komoditas industri dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat. Penerbit mempunyai peta pasar yang direkam dari outlet-outletnya, sehingga instink penerbitannya yang telah lama bergelut di bidangnya akan semakin terasah. Dari melihat judul, outline dan siapa penulisnya, terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya.

Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset pesaing sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit. Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data, riset kecil yang tidak gampang untuk mempengaruhi penerbit. Penerbit lebih cenderung mencarai tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam membiayai penerbitannya mempunyai resiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar.

Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan dengan beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran dengan data-data angka akan lebih menarik. Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat dicari adalah buku tentang covid-19. Cari secepatnya apa dan bagaimana virus tersebut. Apakah buku yang kita tulis benar-benar mempunyai manfaat pada pembaca.

Pesaing buku apakah sudah ada atau belum. Penulis perintis pertama biasanya dapat menikmati pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama mempunyai kualitas yang belum baik, akan tetapi mengejar momen yang cukup bagus. Penulis follower biasanya mempunyai penyajian materi yang lebih baik akan tetapi terkadang menikmati pasar sisa dari penulis perintis tadi. Penulis perintis effort awal yang lebih banyak dan terkadang mempunyai resiko tidak laku juga besar. Penerbit akan sangat tergantung dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya. Proposal buku akan semakin sempurna jika penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50 %  dari renacana keseluruhan. Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut.

Banyak penulis yang menebar proposal banyak akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya segera diproses di penerbitannya. Proses penerbitan cukup panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout, desain cover, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lambat.

Apa yang membuat buku lama terbit?
Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa bagian di penerbitan.
Apa yang perlu dipersiapkan pada administrasi penerbitan?
Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu disiapkan adalah :
§  Kelengkapan naskah,
1.      judul-sub judul
2.      nama pengarang
3.      kata pengantar
4.      prakata
5.      daftar isi
6.      Bab hingga sinopsis
Penulis harus jeli melengkapi hal-hal demikian karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan.
Proses editing akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragrap hingga hirarki bab yang baik dari penulis. Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf, kata, kalimat dan pemilihan fontasi.

Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat dan struktur bab yang baik. Setting layout juga mempunyai peranan yang penting karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik maka harga buku akan dapat efektif ditentukan. Harga buku yang menarik akan cukup mempengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku atau meningglakannya. Desain cover juga mempunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikal pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku.

Tipikal pembaca buku di Indonesia adalah sight seeing sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagaimana cover yang menarik dan terbukti mendongkrak pemasaran. Saat proofing, penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku yang ditulisnya. Kerjasama yang baik dari penulis dan penegetahuan data dari penerbit akan menentukan keberhasilan tulisan untuk diserap di pasar. Akan tetapi, pengalaman kami, tidak ada buku Best Seller yang By Design. Artinya banyak buku Best Seller di Indonesia terkadang karena karunia semata. Jadi, jangan takut menawarkan tulisan Anda ke penerbit, karena pada dasarnya penerbit juga trial dan error dalam menerbitkan buku. Hanya pengalaman dan intuisi terkadang membantu untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar.

Aturan dan tata letak penulisan buku bisa diterbitkan oleh penerbit Andi
Aturan tata letak biasanya mengikuti aturan internal kami dan untuk buku pendidikan mengikuti aturan-aturan yang disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan. Ada beberapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis ilustrasi yang harus dipenuhi untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur secara internal penerbitan mengikuti tema buku yang diusulkan. Penulis dapat memberikan kisi-kisi, tata letak yang diinginkan misalnya jenis huruf, kolom, text book dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak. Sebelum cetak biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi sebelum diproduksi massal.


Visi Misi Penerbit Andi
Kami adalah penerbit buku pendidikan baik dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Di samping itu kami juga menerbitkan buku umum, non politik, dan non agama. Buku yang diterima adalah buku yang punya lie cycle atau daur hidup yang panjang karena akan menguntungkan di jangka yang amat panjang. Buku trending topic, biasanya berumur pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang. Buku kami yang abadi adalah buku referensi untuk perguruan tinggi, ada yang berumur 30 tahun namun masih bagus pasarnya.

Demikianlah rangkuman materi bersama Pak Edi, bila ada yang ingin bertanya lebih lanjut dapat menghubungi beliau pada kontak : 0811 29 36864 atau melalui email, edis.mulyanta@gmail.com.


Pembelajaran Daring yang Ideal

Pertemuan 10 : Selasa, 21 April 2020
Waktu               : Pukul 19.00 s/d 21.00 Wib
Tema                : Pembelajaran Daring yang Ideal
Narasumber    : Wijaya Kusumah, M.Pd (Sekjen                              Ikatan Guru TIK PGRI)
Peresume        : Nur Najmah, S.Pd                                                      (aswan.lesan@gmail.com)



Di saat wabah seperti ini, pembelajaran pun berlangsung dari rumah dan dilakukan dengan media online. Untuk semua jenjang pendidikan dari Universitas sampai sekolah dasar, para dosen, guru dan murid-murid melakukan pembelajaran online dengan berbagai macam aplikasi yang ada. Aplikasi yang beragam, seperti Zoom, Webex, Youtube, Blog dan Website serta Whastapp. Namun, bagi orang tua yang memiliki kesulitan dalam hal finansial untuk membeli kuota internet akan memilih memakai aplikasi paling hemat agar dapat berkomunikasi dengan guru anaknya, yaitu messanger.

Tentunya untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran daring, kuncinya hanya satu. Jaringan internet. Bila jaringan internet bagus, maka kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, baik dari segi suara, tampilan gambar dan proses pengiriman tugas yang lancar.

Berbeda dengan daerah tempat tinggal saya, di ujung pulau sulawesi tengah yang memiliki kondisi jaringan yang kurang stabil. Kemudahan-kemudahan dalam pembelajaran daring hanya bisa dirasakan oleh masyrakat yang bermukim di wilayah ibu kota kabupaten atau pada kecamatan-kecamatan tertentu saja.  Terlebih ada desa dan kecamatan yang belum tersentuh dengan jaringan telepon seluler dan internet, hal ini menjadi masalah tersendiri yang harus disiasati oleh guru.

Saya pribadi adalah seorang guru TK yang tidak bisa melakukan pembelajaran daring karena berbagai kendala, seperti :
  1. Tidak semua orang tua murid memiliki smart phone
  2. Jaringan internet di tempat saya, naik turun voltasenya, hehehe. Kadang bagus dan kadang juga tidak.
Sehingga langkah yang saya dan teman-teman guru lakukan adalah dengan memberikan penugasan mingguan kepada anak didik yang dijemput oleh orang tua/wali anak didik. Meskipun ada kekurangan-kekurangan di dalamnya.

Adapun guru yang berdomisili di wilayah dengan jaringan internet yang bagus, ada baiknya kita mengikuti jejak seorang Om Jay, guru TIK sekaligus blogger yang telah menerbitkan banyak buku-buku terbaik, salah satunya adalah "Catatan Harian Seorang Guru Blogger."

Pada materi pembelajaran daring kali ini pun saya akses hanya dari aplikasi Grup WA yang berisi slide power point  Om Jay, dikarenakan jaringan internet di rumah yang selalu on-off. Maafkan ya Om Jay.

Menurut Om Jay yang juga merupakan guru pemenang Inobel Sorak tahun 2017, pembelajaran daring yang ideal bagi seorang guru dapat dimulai dengan menulis.

"Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis, menulislah dulu maka ide akan datang padamu."
(Budiman Hakim)

Nah, menulis pun dapat dimulai dengan menulis buku digital. Karena dengan buku digital ini, maka akan bisa diakses melalui media online dari rumah saja.

Bagaimana kita belajar menulis?

Belajar menulis dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mengikuti kelas belajar menulis bersama Grup Wa PGRI saat ini Om Jay dan dan pemateri-pemateri hebat lainnya.

Selain belajar melalui Grup Wa, pembelajaran daring juga dapat dilakukan melalui aplikasi Zoom, Live Youtube Channel, Workshop online, atau melalui website-website tertentu. Kita akan menemukan banyak hal ketika menjelajah pembelajaran daring tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seorang guru tidak punya alasan untuk tidak belajar. Belajar apa saja yang dapat menambah kapasitas keilmuan kita, termasuk belajar menulis. Jangan lupa pada mantra ajaib Om Jay, "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."


Semoga tulisan ini bermanfaat untum kita para guru 🙏.

Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring


Pertemuan 9    : Senin, 20 April 2020
Waktu             : Pukul 19.00 s/d 21.00
Tema               : Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring
Narasumber     : Catur Nurochman Oktavian (Ketua Departemen LITBANG PB PGRI)
Peresume         : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Profil pemateri kali ini adalah seorang penulis 20 buku sekaligus redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sejak januari 2019. Beliau juga telah menghasilkan ratusan artikel baik di media daring ataupun luring. Pendidikan S1-nya di UNS dan S2 di UPI Bandung. Namun, sejak bulan Juli 2019, ia menjadi ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI.
Dalam menulis, musuh utama kita adalah rasa takut dan malas. Dua musuh utama tersebut harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media daring atau luring.
Alasan yang klasik adalah, takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi dan takut-takut lainnya. Hal inilah yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan.
Seorang penulis yang baik, biasanya adalah pengamat dan pencatat yang baik. Karena terbiasa mencatat apa yang dilihat, di dengar, dan dirasakan kemudian dituangkan menjadi sebuah tulisan. Maka, seorang penulis akan menulis meski tidak membawa alat perekam, alat tulis maupun laptop.
Mencatat di benaknya dapat dilakukan di mana saja ; di kantin, kantor, kafe, bahkan ketika di atas kendaraan.
Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood.” Tidak ada alasantidak menulis, karena tidak ada mood.
Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Coba Anda bayangkan, jika seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis dan redaktur majalah bekerja dengan mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.
Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah simpel dan apa adanya. Menulislah dengan simpel dan apa adanya.
Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan. Seperti dikatakan oleh Asimov di atas, seorang penulis yang baik maka ia dapat menulis dengan cepat.
Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik.
Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.

NOTED :
“Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”
 






Mulailah menulis dari sesuatu yang Anda suka. Kalau suka travelling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda.
Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.
Menulislah seperti berbicara.  Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, bukan?.
Bagi seorang pemula : mengapa Anda masih ragu menghasilkan draft tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draft tersebut.
Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya.  Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Tidak perlu khawatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draft tersebut. Draft tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draft sama sekali.

Blog Pembawa Berkah Om Jay

Pertemuan 1 : Senin, 1 Juni 2020 Narasumber : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd Peresume      : Nur Najmah, S.Pd Materi pertama ini menjadi...