Kamis, 23 April 2020

Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Andi Yogyakarta


Pertemuan 11  : Rabu, 22 April 2020
Waktu             : Pukul 19.00 s/d 21.00 WIB
Tema                : Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku 
                           di Penerbit Andi  Yogyakarta
Narasumber      : Edi S. Mulyanta, S.Si, M.T (Publishing Consultant Andi  Publisher)
Peresume         : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)












Sebagai penulis akan sangat merasa bahagia bila buku yang ditulis berhasilkan diterbitkan dan kemudian menjadi best seller. Nah, bagaimana cara kita menulis dengan baik hingga bisa diterbitkan oleh penerbit? Mari kita bahas bersama pemateri kali ini, Edi S.Mulyanta dari penerbit Andi Yogyakarta.

Edi S. Mulyanta adalah seorang Publishing Consultant pada penerbit Andi Yogyakarta. Beliau menempuh pendidikan S1 Geografi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994 kemudian melanjutkan pendidikan S2 pada Fakultas Elektro di kampus yang sama dengan jurusan Teknologi Informasi pada tahun 2006. Perjalanan karirnya yang gemilang dengan bermula menjadi Staff Litbang Komputer PT Wahana Semarang (1995-2001), Biro Penerbitan Buku Umum PBU ANDI Yogyakarta (2006-2007) hingga kini menjadi Publishing Consultant Andi Publisher. Beliau pun mahir dalam beberapa aplikasi software seperti Corel Draw X4, Adobe Photoshop CS4, Teknik modern fotografi digital dan menjadi desainer layout andal dengan Adobe Indesign CS dan masih banyak lagi. Keahlian – keahlian tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi aktivitasnya saat ini.

Menurut Pak Edi, saat ini penerbitan sedang betul-betul diuji ketahanannya, terutama di tengah kondisi terkini outlet penerbitan tutup karena pandemi yang luar biasa mengubah haluan penerbit secara mendadak.

Darah penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, di mana karya tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembaca melalui outlet-outlet pemasaran baik toko buku, kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.

Setiap penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional sebagai penanda terbitannya dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus.
Penerbit di bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam menerbitkan buku. Sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap terbitannya.

Penulis dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjaga apakah tulisannya sudah sesuai dengan visi misi penerbitan. Hal ini untuk menghemat waktu dan baiaya dalam mempersiapkan tulisannya.

Setiap penerbit, mempunyai SOP (standar operasional prosedur) dalam memilih dan memilah tulisan untuk dijadikan komoditas industri dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat. Penerbit mempunyai peta pasar yang direkam dari outlet-outletnya, sehingga instink penerbitannya yang telah lama bergelut di bidangnya akan semakin terasah. Dari melihat judul, outline dan siapa penulisnya, terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya.

Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset pesaing sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit. Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data, riset kecil yang tidak gampang untuk mempengaruhi penerbit. Penerbit lebih cenderung mencarai tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam membiayai penerbitannya mempunyai resiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar.

Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan dengan beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran dengan data-data angka akan lebih menarik. Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat dicari adalah buku tentang covid-19. Cari secepatnya apa dan bagaimana virus tersebut. Apakah buku yang kita tulis benar-benar mempunyai manfaat pada pembaca.

Pesaing buku apakah sudah ada atau belum. Penulis perintis pertama biasanya dapat menikmati pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama mempunyai kualitas yang belum baik, akan tetapi mengejar momen yang cukup bagus. Penulis follower biasanya mempunyai penyajian materi yang lebih baik akan tetapi terkadang menikmati pasar sisa dari penulis perintis tadi. Penulis perintis effort awal yang lebih banyak dan terkadang mempunyai resiko tidak laku juga besar. Penerbit akan sangat tergantung dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya. Proposal buku akan semakin sempurna jika penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50 %  dari renacana keseluruhan. Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut.

Banyak penulis yang menebar proposal banyak akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya segera diproses di penerbitannya. Proses penerbitan cukup panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout, desain cover, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lambat.

Apa yang membuat buku lama terbit?
Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa bagian di penerbitan.
Apa yang perlu dipersiapkan pada administrasi penerbitan?
Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu disiapkan adalah :
§  Kelengkapan naskah,
1.      judul-sub judul
2.      nama pengarang
3.      kata pengantar
4.      prakata
5.      daftar isi
6.      Bab hingga sinopsis
Penulis harus jeli melengkapi hal-hal demikian karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan.
Proses editing akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragrap hingga hirarki bab yang baik dari penulis. Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf, kata, kalimat dan pemilihan fontasi.

Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat dan struktur bab yang baik. Setting layout juga mempunyai peranan yang penting karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik maka harga buku akan dapat efektif ditentukan. Harga buku yang menarik akan cukup mempengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku atau meningglakannya. Desain cover juga mempunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikal pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku.

Tipikal pembaca buku di Indonesia adalah sight seeing sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagaimana cover yang menarik dan terbukti mendongkrak pemasaran. Saat proofing, penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku yang ditulisnya. Kerjasama yang baik dari penulis dan penegetahuan data dari penerbit akan menentukan keberhasilan tulisan untuk diserap di pasar. Akan tetapi, pengalaman kami, tidak ada buku Best Seller yang By Design. Artinya banyak buku Best Seller di Indonesia terkadang karena karunia semata. Jadi, jangan takut menawarkan tulisan Anda ke penerbit, karena pada dasarnya penerbit juga trial dan error dalam menerbitkan buku. Hanya pengalaman dan intuisi terkadang membantu untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar.

Aturan dan tata letak penulisan buku bisa diterbitkan oleh penerbit Andi
Aturan tata letak biasanya mengikuti aturan internal kami dan untuk buku pendidikan mengikuti aturan-aturan yang disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan. Ada beberapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis ilustrasi yang harus dipenuhi untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur secara internal penerbitan mengikuti tema buku yang diusulkan. Penulis dapat memberikan kisi-kisi, tata letak yang diinginkan misalnya jenis huruf, kolom, text book dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak. Sebelum cetak biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi sebelum diproduksi massal.


Visi Misi Penerbit Andi
Kami adalah penerbit buku pendidikan baik dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Di samping itu kami juga menerbitkan buku umum, non politik, dan non agama. Buku yang diterima adalah buku yang punya lie cycle atau daur hidup yang panjang karena akan menguntungkan di jangka yang amat panjang. Buku trending topic, biasanya berumur pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang. Buku kami yang abadi adalah buku referensi untuk perguruan tinggi, ada yang berumur 30 tahun namun masih bagus pasarnya.

Demikianlah rangkuman materi bersama Pak Edi, bila ada yang ingin bertanya lebih lanjut dapat menghubungi beliau pada kontak : 0811 29 36864 atau melalui email, edis.mulyanta@gmail.com.


Pembelajaran Daring yang Ideal

Pertemuan 10 : Selasa, 21 April 2020
Waktu               : Pukul 19.00 s/d 21.00 Wib
Tema                : Pembelajaran Daring yang Ideal
Narasumber    : Wijaya Kusumah, M.Pd (Sekjen                              Ikatan Guru TIK PGRI)
Peresume        : Nur Najmah, S.Pd                                                      (aswan.lesan@gmail.com)



Di saat wabah seperti ini, pembelajaran pun berlangsung dari rumah dan dilakukan dengan media online. Untuk semua jenjang pendidikan dari Universitas sampai sekolah dasar, para dosen, guru dan murid-murid melakukan pembelajaran online dengan berbagai macam aplikasi yang ada. Aplikasi yang beragam, seperti Zoom, Webex, Youtube, Blog dan Website serta Whastapp. Namun, bagi orang tua yang memiliki kesulitan dalam hal finansial untuk membeli kuota internet akan memilih memakai aplikasi paling hemat agar dapat berkomunikasi dengan guru anaknya, yaitu messanger.

Tentunya untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran daring, kuncinya hanya satu. Jaringan internet. Bila jaringan internet bagus, maka kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, baik dari segi suara, tampilan gambar dan proses pengiriman tugas yang lancar.

Berbeda dengan daerah tempat tinggal saya, di ujung pulau sulawesi tengah yang memiliki kondisi jaringan yang kurang stabil. Kemudahan-kemudahan dalam pembelajaran daring hanya bisa dirasakan oleh masyrakat yang bermukim di wilayah ibu kota kabupaten atau pada kecamatan-kecamatan tertentu saja.  Terlebih ada desa dan kecamatan yang belum tersentuh dengan jaringan telepon seluler dan internet, hal ini menjadi masalah tersendiri yang harus disiasati oleh guru.

Saya pribadi adalah seorang guru TK yang tidak bisa melakukan pembelajaran daring karena berbagai kendala, seperti :
  1. Tidak semua orang tua murid memiliki smart phone
  2. Jaringan internet di tempat saya, naik turun voltasenya, hehehe. Kadang bagus dan kadang juga tidak.
Sehingga langkah yang saya dan teman-teman guru lakukan adalah dengan memberikan penugasan mingguan kepada anak didik yang dijemput oleh orang tua/wali anak didik. Meskipun ada kekurangan-kekurangan di dalamnya.

Adapun guru yang berdomisili di wilayah dengan jaringan internet yang bagus, ada baiknya kita mengikuti jejak seorang Om Jay, guru TIK sekaligus blogger yang telah menerbitkan banyak buku-buku terbaik, salah satunya adalah "Catatan Harian Seorang Guru Blogger."

Pada materi pembelajaran daring kali ini pun saya akses hanya dari aplikasi Grup WA yang berisi slide power point  Om Jay, dikarenakan jaringan internet di rumah yang selalu on-off. Maafkan ya Om Jay.

Menurut Om Jay yang juga merupakan guru pemenang Inobel Sorak tahun 2017, pembelajaran daring yang ideal bagi seorang guru dapat dimulai dengan menulis.

"Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis, menulislah dulu maka ide akan datang padamu."
(Budiman Hakim)

Nah, menulis pun dapat dimulai dengan menulis buku digital. Karena dengan buku digital ini, maka akan bisa diakses melalui media online dari rumah saja.

Bagaimana kita belajar menulis?

Belajar menulis dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mengikuti kelas belajar menulis bersama Grup Wa PGRI saat ini Om Jay dan dan pemateri-pemateri hebat lainnya.

Selain belajar melalui Grup Wa, pembelajaran daring juga dapat dilakukan melalui aplikasi Zoom, Live Youtube Channel, Workshop online, atau melalui website-website tertentu. Kita akan menemukan banyak hal ketika menjelajah pembelajaran daring tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seorang guru tidak punya alasan untuk tidak belajar. Belajar apa saja yang dapat menambah kapasitas keilmuan kita, termasuk belajar menulis. Jangan lupa pada mantra ajaib Om Jay, "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."


Semoga tulisan ini bermanfaat untum kita para guru 🙏.

Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring


Pertemuan 9    : Senin, 20 April 2020
Waktu             : Pukul 19.00 s/d 21.00
Tema               : Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring
Narasumber     : Catur Nurochman Oktavian (Ketua Departemen LITBANG PB PGRI)
Peresume         : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Profil pemateri kali ini adalah seorang penulis 20 buku sekaligus redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sejak januari 2019. Beliau juga telah menghasilkan ratusan artikel baik di media daring ataupun luring. Pendidikan S1-nya di UNS dan S2 di UPI Bandung. Namun, sejak bulan Juli 2019, ia menjadi ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI.
Dalam menulis, musuh utama kita adalah rasa takut dan malas. Dua musuh utama tersebut harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media daring atau luring.
Alasan yang klasik adalah, takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi dan takut-takut lainnya. Hal inilah yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan.
Seorang penulis yang baik, biasanya adalah pengamat dan pencatat yang baik. Karena terbiasa mencatat apa yang dilihat, di dengar, dan dirasakan kemudian dituangkan menjadi sebuah tulisan. Maka, seorang penulis akan menulis meski tidak membawa alat perekam, alat tulis maupun laptop.
Mencatat di benaknya dapat dilakukan di mana saja ; di kantin, kantor, kafe, bahkan ketika di atas kendaraan.
Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood.” Tidak ada alasantidak menulis, karena tidak ada mood.
Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Coba Anda bayangkan, jika seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis dan redaktur majalah bekerja dengan mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.
Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah simpel dan apa adanya. Menulislah dengan simpel dan apa adanya.
Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan. Seperti dikatakan oleh Asimov di atas, seorang penulis yang baik maka ia dapat menulis dengan cepat.
Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik.
Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.

NOTED :
“Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”
 






Mulailah menulis dari sesuatu yang Anda suka. Kalau suka travelling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda.
Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.
Menulislah seperti berbicara.  Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, bukan?.
Bagi seorang pemula : mengapa Anda masih ragu menghasilkan draft tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draft tersebut.
Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya.  Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Tidak perlu khawatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draft tersebut. Draft tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draft sama sekali.

Rabu, 22 April 2020

Guru Menulis dan Berprestasi


Pertemuan 8      : Jumat, 17 April 2020
Waktu                : pukul 19.00 s/d 21.00
Tema                 : Guru Menulis & Berprestasi
Narasumber      : Sigit Suryono, M.Pd (Juara 1 Guru SMP Berprestasi Nasional)
Peresume          : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Menulis adalah suara jiwa. Suara yang memiliki makna namun tertuang dalam diam. Seorang guru yang baik, adalah guru yang senantiasa belajar dan terus belajar untuk menambah wawasan keilmuannya, termasuk belajar menulis. Malam ini kita akan sama-sama menyimak sebuah materi tentang guru menulis dan berprestasi. Materi ini disampaikan oleh seorang guru IPA SMP N 1 Wonosari kab. Gunung Kidul,Sigit Suryono. Beliau adalah guru dengan segudang prestasi,diantaranya,
1)       Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Gunung Kidul (2015)
2)       Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional (2015)
3)       Penerima Anugrah Gubernur DIY tahun 2015 atas prestasi sebagai Juara 1 Gurpres Tingkat Nasional
4)       Duta Rumah Belajar Tingkat Nasional (2018)
Jika ingin mengenal dan berkonsultasi secara langsung dengan beliau, kita dapat menghubungi email : ciget_suryo@yahoo.com & sigit.suryo@gmail.com.



Pengalaman prestasi beliau yang lain adalah berhasil membuat sebuah buku bersama istri tercinta dengan judul “Aku ingin Menghitung Rembulan” pada tahun 2017 dan berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi SMP Tingkat Nasional.
Selain itu, beliau juga sering membuat artikel dan tutorial yang diuploadnya  di ciget.info atau inobel.id.

Pengalaman Berharga Meraih Juara
Persiapan Pak Sigit dalam meraih juara guru SMP Berprestasi tingkat Nasional bermula sejak ia masih berstatus sebagai CPNS dan diminta untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium tingkat propinsi DIY tahun 2006. Ia melihat banyak peluang di sana. Banyak senior-senior yang ahli dalam penelitian namun belum banyak menguasai TIK, sedangkan yang menguasai TIK banyak yang tidak mau melakukan penelitian bahkan malas menulis laporan.
Simposium pada saat itu diikuti oleh semua ketua MGMP SMP maupun pengurus hampir semua bidang studi yang ada di propinsi DIY. Hal itu menjadi peluang dan tantangan untuk beliau. Berhubung pada saat itu ia yang sudah menyelesaikan S2 untuk jurusan Teknologi Pembelajaran (walaupun harus kuliah selama 11 tahun karena S1 hampir DO, 7 tahun dan ditambah langsung lanjut S2 selama 3,3 tahun lamanya)
Untuk keberhasilan awal yang dirasakan oleh Pak Sigit dan patut menjadi pelajaran berharga buat kita para guru adalah :
1.       Pendidikan sangat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja
2.       Pemilihan jurusan S2 yang berbeda jurusan (tidak linear) bagi Pak Sigit adalah karena ia ingin memiliki keahlian yang belum banyak dimilki oleh teman-teman di dunia pendidikan saat itu.
Pada simposium tersebut, Pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint, flash, blog dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, lintas MGMP dan juga menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.
Dari situlah semua pun bermula. Lomba demi lomba pun ia ikuti. Mengalami kegagalan demi kegagalan dan proposal berkali-kali. Pantang menyerah dan terus mencari informasi lomba melalui web maupun blog. Jangan menunggu informasi dari Dinas, karena pasti akan terlambat.
Kegagalan yang ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang dibuat pun masih kalah. Hal tersebut pun menjadi bahan renungan baginya. Hingga mulai tahun 2009, Pak Sigit mulai mencicipi hasil kejuaraan dari tingkat kabupaten, regional dan propinsi. Satu hal yang menarik adalah beliau selalu kalah di tingkat Nasional dan hanya menjadi finalis selama 6 kali berturut-turut. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?.
  Ternyata, ada poin penting yang harus kita pahami ketika benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional : 
-  Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita lombakan
- Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan, artinya karya yang dibuat                    tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba namun siapkanlah karya                 yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin satu tahun pengerjaannya yang didalamnya ada                     jiwa atau ruh kita.
- Jika kita lolos ke Nasional perlu dilihat kembali apa yang akan dinilai saat mengikuti lomba               tersebut, apakah karyanya atau presentasinya (hal ini sangat penting).
- Siapkan diri pribadi, mental dan fokus pada lomba
- Saat presentasi lomba, fokus pada materi yang akan disampaikan dan jangan sampai keluar                  dan menyimpang dari presentasi yang disiapkan karena akan banyak memakan waktu                  

Apa Penyebab Kegagalan-kegagalan ?
Jika gagal, maka kita harus melakukan evaluasi. Jika menang, jangan jumawa karena suatu saat bisa juga akan kalah ketika tidak bisa kontrol diri “AKU-nya muncul” sehingga saat presentasi di lomba lain pun kita bisa kalah dengan orang lain. Oleh karena itu, mari kita terus belajar dan belajar, di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
3.   Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang Bapak/Ibu Guru miliki  dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional  ( karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian lainnya seperti penelitian eksperimen, R & D dan lain-lain ) dan jangan lupa membuat presentasi menggunakan Ms.Power Point.
4.     Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai ketentuan pedoman guru berprestasi (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat.
5.  Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai RPP yang dibuat.

Tahapan – Tahapan Seleksi Guru Berprestasi dari tingkat Kabupaten sampai Nasional
Lomba Guru Berprestasi tingkat kabupaten :
§  Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional
§  Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kompetensi kepribadian
§  Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Lomba Guru Berprestasi tingkat propinsi :
§  Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan kompetensi profesional
§  Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian kompetensi profesional
§  Psikotes
§  Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Lomba Guru Berprestasi tingkat Nasional :
§  Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan kompetensi profesional
§  Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian kompetensi profesional
§  Psikotes
§  Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah

Kesimpulan dari materi kali ini adalah :  
  • Terus belajar, berkolaborasi dan berbagi ilmu yang dimilki agar bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
  • Bekalilah muridmu sesuai dunianya, karena mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat berbeda dengan zamanmu.
  • Belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja (Rumah Belajar)

Semoga materi bermanfaat untuk kita para guru Indonesia !.




Senin, 20 April 2020

TIPS JITU MENGAJAR GAYA MOTIVATOR


Pertemuan 7                 : Kamis, 16 April 2020

Waktu                           : Pukul 19.00 s/d 21.00

Tema                            : Tips Jitu Mengajar Gaya Motivator

Narasumber                  : Aris Ahmad Jaya (Motivator & Trainer)

Peresume                     : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Aris Ahmad Jaya, adalah motivator character building dan trainer serta coach pada sekolah-sekolah unggul di Indonesia. Selama lebih dari 15 tahun, ia menjadi motivator pada sekolah, Labscholl Jakarta, Sekolah Al-Azhar seluruh Indonesia, Global Islamic School Condet dan sekolah unggul lainnya di Indonesia.
Beliau lahir di Pati, 23 Februari 1974. Menyelesaikan gelar dokter hewan pada tahun 2000 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan meraih gelar Magister Manajemen di UIKA tahun 2015. Selain menjadi trainer motivasi pada sekolah-sekolah unggul di Indonesia, beliau juga telah memberikan berbagai macam materi motivasi bagi para orang tua dan mengajar gaya motivator bagi guru dan pendidik.
Pola mengajar gaya motivator, adalah bagaimana guru menjadi pribadi yang menarik dan dirindukan oleh para anak didik sebelum mereka merindukan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Berdasarkan niat, seseorang menjadi guru dibagi menjadi dua yakni :
a. Guru betulan
b.Guru kebetulan
Guru betulan adalah guru yang memang dari awalnya ingin menjadi guru dan ingin mengajar. Guru yang memiliki energi untuk menyampaikan ilmunya pada anak-anak didik. Namun ternyata, apa yang ditemukan oleh sang motivator bahwa sebagian guru adalah guru kebetulan. Kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu pekerjaan, maka ia melamar menjadi guru dan kebetulan ia pun diterima. Kebetulan pula ingin mengikuti keinginan orang tua. Kebetulan ada teman yang mengajak untuk menjadi guru.
Lantas, apakah kebetulan itu salah?. Kebetulan itu salah jika kebetulan itu menjadi hal yang terus-menerus dilakukan dan tidak mau belajar.
Namun kadang-kadang, guru kebetulan akan menjadi guru betulan  ketika ia mau belajar, mau mengerti bahwa ini adalah sebuah proses yang harus ia lewati dan kadang-kadang guru kebetulan pun akan menjadi guru betulan yang mencintai, yang dicintai dan menyelami dengan sungguh-sungguh bahwa ini adalah proses yang baik untuk ia jalani. Menjadi pertanyaan kemudian adalah, apakah saya dan Anda adalah guru betulan atau guru kebetulan?. Tidak ada masalah. Menjadi masalah adalah ketika saya dan Anda tidak mau menerima profesi kita sebagai seorang guru.
Apalah arti guru betulan namun tidak mau belajar dan mengajar asal-asalan serta menyesali pilihan hidupnya yang menjadi guru.  Olehnya itu, mari kita mencintai dan dicintai anak-anak didik. Karena kita adalah kurikulum yang sesungguhnya. Menjadi guru yang menyenangkan dan diizinkan serta menjadikan kita sebagai guru yang dapat membuat anak-anak didik mencintai ilmu.
Berdasarkan kriteria, ada tiga macam tipe guru yaitu :
1. Nyasar
2.  Bayar dan 
3. Sadar
Guru nyasar adalah guru yang tidak punya tujuan, tidak punya arah dan bisa menyesatkan. Anak-anak didik pun bisa membenci tipe guru nyasar ini. Selain karena tidak punya target dan tidak punya energi, ia dalah guru yang kehadirannya membuat jam dinding bergerak dengan sangaaat lambat. Karena anak-anak didik merasa jenuh. Guru nyasar harusnya menyadari daripada membuang energi menjadi guru, maka lebih baik ia mengundurkan diri.
Guru bayar adalah guru yang energinya terkait dengan finansial. Dia bekerja karena ada gaji, sebatas pada urusan finansial yang diperoleh. Kadang-kadang mengajar karena energi uang. Guru seperti ini menjadi semangat di tanggal muda namun menjadi tidak semangat ketika berada di tanggal tua. Hal ini membuatnya menyadari bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang tidak menjanjikan untuk masa depan. Guru dengan tipe ini harusnya segera menyadari bahwa  murid-muridnya hanya akan menerima materi dari seorang guru yang semangatnya on-off. Kadang semangat dan kadang lesu.
Guru sadar, adalah guru yang kehadirannya dicintai oleh anak-anak didiknya, mencintai pelajarannya dan mencintai kehidupannya. Pembelajaran pun berlangsung dengan menyenangkan. Keilmuan menjadi mengasyikkan. Kehadirannya adalah kehadirab yang menyenangkan. Kepergiannya adalah kerinduan. Guru sadar adalah konektor keilmuan yang layak dicintai. Menyadari sepenuhnya bahwa ia adalah magnet bagi kecintaan anak-anak didik terhadap ilmunya. Kecintaan terhadap Rabb-nya. Menjadikan ia menyadari bahwa suatu saat ketika meninggal, anak-anak didiknya akan menjadi amal jariyah baginya. Masya Allah.
Selanjutnya, mari sama-sama kita belajar ada lima langkah yang bisa dipraktekkan dalam mengajar gaya motivator.  Namun sebelumnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bahwa ada empat peran guru. Peran – peran tersebut adalah :
1.  Mengajar
2. Mendidik 
3.Menginpirasi 
4.Menggerakkan
Terkadang kita lebih fokus pada peran mengajar. Menyampaikan ilmu yang ada di otak kita ke otak anak-anak didik. Memindahkan kurikulum yang ada ke pikiran murid kita. Jadi, jika guru hanya sekedar mengajar, maka Anda akan kalah ole pola-pola dan metode hari ini yang lebih modern (belajar online seperti youtube  atau kelas online)
Sebaiknya guru harus masuk pada zona mendidik. Guru menjadi idola, teladan dan patutu dicontoh. Diharapkan ketika masuk ke ranah mendidik, kita dapat memasukkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik, seperti kejujuran, keadilan, disiplin, tanggung jawab, bekerja sama, saling tolong menolong dan lain-lain yang bisa dijalankan oleh anak-anak didik dalam kesehariannya. Hal itu adalah pola-pola yang bisa kita lakukan dan masukkan dalam setiap pembelajaran apapun.
Guru yang mampu mendidik adalah guru yang mampu menginspirasi. Anak-anak didik akan menjadikan kita sebagai sosok yang menginspirasi dengan histori dan pengalaman. Kita adalah motivator bagi mereka. Guru yang hebat bukan hanya sekedar guru yang mengajar, tapi mampu mendidik, menginspirasi dan menggerakkan.
Berikut adalah lima tips yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menjadi guru yang mengajar gaya motivator :
1.    Jadilah guru yang menarik dan menyenangkan
Dengan ini, kita memiliki daya tarik yang membuat anak-anak didik merindukan pribadi dan materi yang kita sampaikan. Mulai dari apa yang terlihat dan dapat dirasakan dengan cara, mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang menarik dengan tampilam dan perilaku yang menarik. Jangan lupa untuk selalu memahami kondisi anak didik, sehingga kita memang diizinkan untuk masuk ke pintu pikiran mereka.
2.  Temukan titik lebihnya dan temukan nilai unggulnya. Motivasilah anak didik untuk menemukan nilai unggulnya. Albert Einstein, seorang ilmuan populer pernah berkata kalau kita memaksa seekor burung untuk berenang, ikan untuk terbang dan monyet untuk melata maka kita akan melihat kebodohan-kebodohan dari hewan-hewan tersebut. Berikan kesempatan para anak-anak didik untuk unggul. Berikan mereka momentum pada nilai lebihnya.
3.   Berikan anak-anak didik kepercayaan bahwa mereka adalah sosok-sosok yang bernilai dan bermakna. Berikan rasa percaya diri bahwa mereka mampu dan bisa untuk melakukan hal-hal yang ia punya nilai lebihnya.
4.  Libatkan anak-anak didik menjadi bagian dari pemain, bukan sekedar menjadi penonton. Jadikan mereka memiliki histori. Memiliki sejarahnya sendiri.
5.  Jangan lupa untuk selalu memberikan label positif pada anak. “Wah, kamu luar biasa”, misalnya dan label-label positif lainnya yang dapat membuat mereka merasa dihargai dan dicintai oleh kita, gurunya.
Semoga kita bisa menjadi guru motivator bagi anak-anak didik tercinta. Menjadikan mereka bermakna, berharga dan bernilai bagi sejarah masa depan mereka sendiri.



Blog Pembawa Berkah Om Jay

Pertemuan 1 : Senin, 1 Juni 2020 Narasumber : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd Peresume      : Nur Najmah, S.Pd Materi pertama ini menjadi...