Kamis, 23 April 2020

Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring


Pertemuan 9    : Senin, 20 April 2020
Waktu             : Pukul 19.00 s/d 21.00
Tema               : Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring
Narasumber     : Catur Nurochman Oktavian (Ketua Departemen LITBANG PB PGRI)
Peresume         : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Profil pemateri kali ini adalah seorang penulis 20 buku sekaligus redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sejak januari 2019. Beliau juga telah menghasilkan ratusan artikel baik di media daring ataupun luring. Pendidikan S1-nya di UNS dan S2 di UPI Bandung. Namun, sejak bulan Juli 2019, ia menjadi ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI.
Dalam menulis, musuh utama kita adalah rasa takut dan malas. Dua musuh utama tersebut harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media daring atau luring.
Alasan yang klasik adalah, takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi dan takut-takut lainnya. Hal inilah yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan.
Seorang penulis yang baik, biasanya adalah pengamat dan pencatat yang baik. Karena terbiasa mencatat apa yang dilihat, di dengar, dan dirasakan kemudian dituangkan menjadi sebuah tulisan. Maka, seorang penulis akan menulis meski tidak membawa alat perekam, alat tulis maupun laptop.
Mencatat di benaknya dapat dilakukan di mana saja ; di kantin, kantor, kafe, bahkan ketika di atas kendaraan.
Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood.” Tidak ada alasantidak menulis, karena tidak ada mood.
Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Coba Anda bayangkan, jika seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis dan redaktur majalah bekerja dengan mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.
Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah simpel dan apa adanya. Menulislah dengan simpel dan apa adanya.
Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan. Seperti dikatakan oleh Asimov di atas, seorang penulis yang baik maka ia dapat menulis dengan cepat.
Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik.
Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.

NOTED :
“Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”
 






Mulailah menulis dari sesuatu yang Anda suka. Kalau suka travelling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda.
Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.
Menulislah seperti berbicara.  Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, bukan?.
Bagi seorang pemula : mengapa Anda masih ragu menghasilkan draft tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draft tersebut.
Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya.  Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Tidak perlu khawatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draft tersebut. Draft tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draft sama sekali.

1 komentar:

  1. Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.

    BalasHapus

Blog Pembawa Berkah Om Jay

Pertemuan 1 : Senin, 1 Juni 2020 Narasumber : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd Peresume      : Nur Najmah, S.Pd Materi pertama ini menjadi...