Pertemuan 8 : Jumat, 17 April 2020
Waktu :
pukul 19.00 s/d 21.00
Tema :
Guru Menulis & Berprestasi
Narasumber : Sigit Suryono, M.Pd
(Juara 1 Guru SMP Berprestasi Nasional)
Peresume : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)
Menulis
adalah suara jiwa. Suara yang memiliki makna namun tertuang dalam diam. Seorang
guru yang baik, adalah guru yang senantiasa belajar dan terus belajar untuk
menambah wawasan keilmuannya, termasuk belajar menulis. Malam ini kita akan
sama-sama menyimak sebuah materi tentang guru menulis dan berprestasi. Materi
ini disampaikan oleh seorang guru IPA SMP N 1 Wonosari kab. Gunung Kidul,Sigit
Suryono. Beliau adalah guru dengan segudang prestasi,diantaranya,
1)
Juara 1 Guru
SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Gunung Kidul (2015)
2)
Juara 1 Guru
SMP Berprestasi Tingkat Nasional (2015)
3)
Penerima
Anugrah Gubernur DIY tahun 2015 atas prestasi sebagai Juara 1 Gurpres Tingkat
Nasional
4)
Duta Rumah
Belajar Tingkat Nasional (2018)
Jika ingin mengenal dan
berkonsultasi secara langsung dengan beliau, kita dapat menghubungi email : ciget_suryo@yahoo.com & sigit.suryo@gmail.com.
Pengalaman
prestasi beliau yang lain adalah berhasil membuat sebuah buku bersama istri
tercinta dengan judul “Aku ingin Menghitung Rembulan” pada tahun 2017 dan
berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi SMP Tingkat Nasional.
Selain
itu, beliau juga sering membuat artikel dan tutorial yang diuploadnya di ciget.info atau inobel.id.
Pengalaman Berharga Meraih Juara
Persiapan
Pak Sigit dalam meraih juara guru SMP Berprestasi tingkat Nasional bermula
sejak ia masih berstatus sebagai CPNS dan diminta untuk mengikuti kegiatan
seleksi simposium tingkat propinsi DIY tahun 2006. Ia melihat banyak peluang di
sana. Banyak senior-senior yang ahli dalam penelitian namun belum banyak
menguasai TIK, sedangkan yang menguasai TIK banyak yang tidak mau melakukan
penelitian bahkan malas menulis laporan.
Simposium
pada saat itu diikuti oleh semua ketua MGMP SMP maupun pengurus hampir semua
bidang studi yang ada di propinsi DIY. Hal itu menjadi peluang dan tantangan
untuk beliau. Berhubung pada saat itu ia yang sudah menyelesaikan S2 untuk jurusan
Teknologi Pembelajaran (walaupun harus kuliah selama 11 tahun karena S1 hampir
DO, 7 tahun dan ditambah langsung lanjut S2 selama 3,3 tahun lamanya)
Untuk
keberhasilan awal yang dirasakan oleh Pak Sigit dan patut menjadi pelajaran
berharga buat kita para guru adalah :
1.
Pendidikan
sangat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja
2.
Pemilihan
jurusan S2 yang berbeda jurusan (tidak linear) bagi Pak Sigit adalah karena ia
ingin memiliki keahlian yang belum banyak dimilki oleh teman-teman di dunia pendidikan
saat itu.
Pada
simposium tersebut, Pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint, flash, blog
dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, lintas
MGMP dan juga menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.
Dari
situlah semua pun bermula. Lomba demi lomba pun ia ikuti. Mengalami kegagalan
demi kegagalan dan proposal berkali-kali. Pantang menyerah dan terus mencari
informasi lomba melalui web maupun blog. Jangan menunggu informasi dari Dinas,
karena pasti akan terlambat.
Kegagalan
yang ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang dibuat pun masih
kalah. Hal tersebut pun menjadi bahan renungan baginya. Hingga mulai tahun
2009, Pak Sigit mulai mencicipi hasil kejuaraan dari tingkat kabupaten, regional
dan propinsi. Satu hal yang menarik adalah beliau selalu kalah di tingkat
Nasional dan hanya menjadi finalis selama 6 kali berturut-turut. Apa yang
menyebabkan hal tersebut terjadi?.
- Mempersiapkan
diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita lombakan
- Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan, artinya karya yang dibuat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin satu tahun pengerjaannya yang didalamnya ada jiwa atau ruh kita.
- Jika kita
lolos ke Nasional perlu dilihat kembali apa yang akan dinilai saat mengikuti
lomba tersebut, apakah karyanya atau presentasinya (hal ini sangat penting).
- Siapkan diri
pribadi, mental dan fokus pada lomba
- Saat
presentasi lomba, fokus pada materi yang akan disampaikan dan jangan sampai
keluar dan menyimpang dari presentasi yang disiapkan karena akan banyak memakan waktu
Apa Penyebab Kegagalan-kegagalan ?
Jika
gagal, maka kita harus melakukan evaluasi. Jika menang, jangan jumawa karena
suatu saat bisa juga akan kalah ketika tidak bisa kontrol diri “AKU-nya muncul”
sehingga saat presentasi di lomba lain pun kita bisa kalah dengan orang lain.
Oleh karena itu, mari kita terus belajar dan belajar, di mana saja, kapan saja
dan dengan siapa saja.
3. Persiapkan
naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai kaidah penulisan
masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang Bapak/Ibu Guru
miliki dan selalu memperhatikan dari
buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional ( karya bisa berupa PTK, best practice,
maupun penelitian lainnya seperti penelitian eksperimen, R & D dan
lain-lain ) dan jangan lupa membuat presentasi menggunakan Ms.Power Point.
4. Buat makalah
evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata
penulisan sesuai ketentuan pedoman guru berprestasi (jika dalam pedoman tidak
ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat.
5. Persiapkan
video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran
yang benar sesuai RPP yang dibuat.
Tahapan – Tahapan Seleksi Guru Berprestasi dari
tingkat Kabupaten sampai Nasional
Lomba Guru
Berprestasi tingkat kabupaten :
§ Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik dan
kompetensi profesional
§ Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik,
profesional, sosial dan kompetensi kepribadian
§ Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Lomba Guru
Berprestasi tingkat propinsi :
§ Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik,
sosial, kepribadian dan kompetensi profesional
§ Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik,
sosial, kepribadian kompetensi profesional
§ Psikotes
§ Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Lomba Guru
Berprestasi tingkat Nasional :
§ Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik,
sosial, kepribadian dan kompetensi profesional
§ Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik,
sosial, kepribadian kompetensi profesional
§ Psikotes
§ Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Kesimpulan
dari materi kali ini adalah :
- Terus belajar, berkolaborasi dan berbagi ilmu yang dimilki agar bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
- Bekalilah muridmu sesuai dunianya, karena mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat berbeda dengan zamanmu.
- Belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja (Rumah Belajar)
Semoga materi
bermanfaat untuk kita para guru Indonesia !.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar