Rabu, 22 April 2020

Guru Menulis dan Berprestasi


Pertemuan 8      : Jumat, 17 April 2020
Waktu                : pukul 19.00 s/d 21.00
Tema                 : Guru Menulis & Berprestasi
Narasumber      : Sigit Suryono, M.Pd (Juara 1 Guru SMP Berprestasi Nasional)
Peresume          : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Menulis adalah suara jiwa. Suara yang memiliki makna namun tertuang dalam diam. Seorang guru yang baik, adalah guru yang senantiasa belajar dan terus belajar untuk menambah wawasan keilmuannya, termasuk belajar menulis. Malam ini kita akan sama-sama menyimak sebuah materi tentang guru menulis dan berprestasi. Materi ini disampaikan oleh seorang guru IPA SMP N 1 Wonosari kab. Gunung Kidul,Sigit Suryono. Beliau adalah guru dengan segudang prestasi,diantaranya,
1)       Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Gunung Kidul (2015)
2)       Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional (2015)
3)       Penerima Anugrah Gubernur DIY tahun 2015 atas prestasi sebagai Juara 1 Gurpres Tingkat Nasional
4)       Duta Rumah Belajar Tingkat Nasional (2018)
Jika ingin mengenal dan berkonsultasi secara langsung dengan beliau, kita dapat menghubungi email : ciget_suryo@yahoo.com & sigit.suryo@gmail.com.



Pengalaman prestasi beliau yang lain adalah berhasil membuat sebuah buku bersama istri tercinta dengan judul “Aku ingin Menghitung Rembulan” pada tahun 2017 dan berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi SMP Tingkat Nasional.
Selain itu, beliau juga sering membuat artikel dan tutorial yang diuploadnya  di ciget.info atau inobel.id.

Pengalaman Berharga Meraih Juara
Persiapan Pak Sigit dalam meraih juara guru SMP Berprestasi tingkat Nasional bermula sejak ia masih berstatus sebagai CPNS dan diminta untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium tingkat propinsi DIY tahun 2006. Ia melihat banyak peluang di sana. Banyak senior-senior yang ahli dalam penelitian namun belum banyak menguasai TIK, sedangkan yang menguasai TIK banyak yang tidak mau melakukan penelitian bahkan malas menulis laporan.
Simposium pada saat itu diikuti oleh semua ketua MGMP SMP maupun pengurus hampir semua bidang studi yang ada di propinsi DIY. Hal itu menjadi peluang dan tantangan untuk beliau. Berhubung pada saat itu ia yang sudah menyelesaikan S2 untuk jurusan Teknologi Pembelajaran (walaupun harus kuliah selama 11 tahun karena S1 hampir DO, 7 tahun dan ditambah langsung lanjut S2 selama 3,3 tahun lamanya)
Untuk keberhasilan awal yang dirasakan oleh Pak Sigit dan patut menjadi pelajaran berharga buat kita para guru adalah :
1.       Pendidikan sangat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja
2.       Pemilihan jurusan S2 yang berbeda jurusan (tidak linear) bagi Pak Sigit adalah karena ia ingin memiliki keahlian yang belum banyak dimilki oleh teman-teman di dunia pendidikan saat itu.
Pada simposium tersebut, Pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint, flash, blog dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, lintas MGMP dan juga menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.
Dari situlah semua pun bermula. Lomba demi lomba pun ia ikuti. Mengalami kegagalan demi kegagalan dan proposal berkali-kali. Pantang menyerah dan terus mencari informasi lomba melalui web maupun blog. Jangan menunggu informasi dari Dinas, karena pasti akan terlambat.
Kegagalan yang ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang dibuat pun masih kalah. Hal tersebut pun menjadi bahan renungan baginya. Hingga mulai tahun 2009, Pak Sigit mulai mencicipi hasil kejuaraan dari tingkat kabupaten, regional dan propinsi. Satu hal yang menarik adalah beliau selalu kalah di tingkat Nasional dan hanya menjadi finalis selama 6 kali berturut-turut. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?.
  Ternyata, ada poin penting yang harus kita pahami ketika benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional : 
-  Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita lombakan
- Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan, artinya karya yang dibuat                    tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba namun siapkanlah karya                 yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin satu tahun pengerjaannya yang didalamnya ada                     jiwa atau ruh kita.
- Jika kita lolos ke Nasional perlu dilihat kembali apa yang akan dinilai saat mengikuti lomba               tersebut, apakah karyanya atau presentasinya (hal ini sangat penting).
- Siapkan diri pribadi, mental dan fokus pada lomba
- Saat presentasi lomba, fokus pada materi yang akan disampaikan dan jangan sampai keluar                  dan menyimpang dari presentasi yang disiapkan karena akan banyak memakan waktu                  

Apa Penyebab Kegagalan-kegagalan ?
Jika gagal, maka kita harus melakukan evaluasi. Jika menang, jangan jumawa karena suatu saat bisa juga akan kalah ketika tidak bisa kontrol diri “AKU-nya muncul” sehingga saat presentasi di lomba lain pun kita bisa kalah dengan orang lain. Oleh karena itu, mari kita terus belajar dan belajar, di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
3.   Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang Bapak/Ibu Guru miliki  dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional  ( karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian lainnya seperti penelitian eksperimen, R & D dan lain-lain ) dan jangan lupa membuat presentasi menggunakan Ms.Power Point.
4.     Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai ketentuan pedoman guru berprestasi (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat.
5.  Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai RPP yang dibuat.

Tahapan – Tahapan Seleksi Guru Berprestasi dari tingkat Kabupaten sampai Nasional
Lomba Guru Berprestasi tingkat kabupaten :
§  Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional
§  Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kompetensi kepribadian
§  Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Lomba Guru Berprestasi tingkat propinsi :
§  Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan kompetensi profesional
§  Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian kompetensi profesional
§  Psikotes
§  Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah
Lomba Guru Berprestasi tingkat Nasional :
§  Test tertulis meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan kompetensi profesional
§  Test wawancara meliputi kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian kompetensi profesional
§  Psikotes
§  Presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah

Kesimpulan dari materi kali ini adalah :  
  • Terus belajar, berkolaborasi dan berbagi ilmu yang dimilki agar bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
  • Bekalilah muridmu sesuai dunianya, karena mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat berbeda dengan zamanmu.
  • Belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja (Rumah Belajar)

Semoga materi bermanfaat untuk kita para guru Indonesia !.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Pembawa Berkah Om Jay

Pertemuan 1 : Senin, 1 Juni 2020 Narasumber : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd Peresume      : Nur Najmah, S.Pd Materi pertama ini menjadi...