Senin, 20 April 2020

TIPS JITU MENGAJAR GAYA MOTIVATOR


Pertemuan 7                 : Kamis, 16 April 2020

Waktu                           : Pukul 19.00 s/d 21.00

Tema                            : Tips Jitu Mengajar Gaya Motivator

Narasumber                  : Aris Ahmad Jaya (Motivator & Trainer)

Peresume                     : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)

Aris Ahmad Jaya, adalah motivator character building dan trainer serta coach pada sekolah-sekolah unggul di Indonesia. Selama lebih dari 15 tahun, ia menjadi motivator pada sekolah, Labscholl Jakarta, Sekolah Al-Azhar seluruh Indonesia, Global Islamic School Condet dan sekolah unggul lainnya di Indonesia.
Beliau lahir di Pati, 23 Februari 1974. Menyelesaikan gelar dokter hewan pada tahun 2000 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan meraih gelar Magister Manajemen di UIKA tahun 2015. Selain menjadi trainer motivasi pada sekolah-sekolah unggul di Indonesia, beliau juga telah memberikan berbagai macam materi motivasi bagi para orang tua dan mengajar gaya motivator bagi guru dan pendidik.
Pola mengajar gaya motivator, adalah bagaimana guru menjadi pribadi yang menarik dan dirindukan oleh para anak didik sebelum mereka merindukan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Berdasarkan niat, seseorang menjadi guru dibagi menjadi dua yakni :
a. Guru betulan
b.Guru kebetulan
Guru betulan adalah guru yang memang dari awalnya ingin menjadi guru dan ingin mengajar. Guru yang memiliki energi untuk menyampaikan ilmunya pada anak-anak didik. Namun ternyata, apa yang ditemukan oleh sang motivator bahwa sebagian guru adalah guru kebetulan. Kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu pekerjaan, maka ia melamar menjadi guru dan kebetulan ia pun diterima. Kebetulan pula ingin mengikuti keinginan orang tua. Kebetulan ada teman yang mengajak untuk menjadi guru.
Lantas, apakah kebetulan itu salah?. Kebetulan itu salah jika kebetulan itu menjadi hal yang terus-menerus dilakukan dan tidak mau belajar.
Namun kadang-kadang, guru kebetulan akan menjadi guru betulan  ketika ia mau belajar, mau mengerti bahwa ini adalah sebuah proses yang harus ia lewati dan kadang-kadang guru kebetulan pun akan menjadi guru betulan yang mencintai, yang dicintai dan menyelami dengan sungguh-sungguh bahwa ini adalah proses yang baik untuk ia jalani. Menjadi pertanyaan kemudian adalah, apakah saya dan Anda adalah guru betulan atau guru kebetulan?. Tidak ada masalah. Menjadi masalah adalah ketika saya dan Anda tidak mau menerima profesi kita sebagai seorang guru.
Apalah arti guru betulan namun tidak mau belajar dan mengajar asal-asalan serta menyesali pilihan hidupnya yang menjadi guru.  Olehnya itu, mari kita mencintai dan dicintai anak-anak didik. Karena kita adalah kurikulum yang sesungguhnya. Menjadi guru yang menyenangkan dan diizinkan serta menjadikan kita sebagai guru yang dapat membuat anak-anak didik mencintai ilmu.
Berdasarkan kriteria, ada tiga macam tipe guru yaitu :
1. Nyasar
2.  Bayar dan 
3. Sadar
Guru nyasar adalah guru yang tidak punya tujuan, tidak punya arah dan bisa menyesatkan. Anak-anak didik pun bisa membenci tipe guru nyasar ini. Selain karena tidak punya target dan tidak punya energi, ia dalah guru yang kehadirannya membuat jam dinding bergerak dengan sangaaat lambat. Karena anak-anak didik merasa jenuh. Guru nyasar harusnya menyadari daripada membuang energi menjadi guru, maka lebih baik ia mengundurkan diri.
Guru bayar adalah guru yang energinya terkait dengan finansial. Dia bekerja karena ada gaji, sebatas pada urusan finansial yang diperoleh. Kadang-kadang mengajar karena energi uang. Guru seperti ini menjadi semangat di tanggal muda namun menjadi tidak semangat ketika berada di tanggal tua. Hal ini membuatnya menyadari bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang tidak menjanjikan untuk masa depan. Guru dengan tipe ini harusnya segera menyadari bahwa  murid-muridnya hanya akan menerima materi dari seorang guru yang semangatnya on-off. Kadang semangat dan kadang lesu.
Guru sadar, adalah guru yang kehadirannya dicintai oleh anak-anak didiknya, mencintai pelajarannya dan mencintai kehidupannya. Pembelajaran pun berlangsung dengan menyenangkan. Keilmuan menjadi mengasyikkan. Kehadirannya adalah kehadirab yang menyenangkan. Kepergiannya adalah kerinduan. Guru sadar adalah konektor keilmuan yang layak dicintai. Menyadari sepenuhnya bahwa ia adalah magnet bagi kecintaan anak-anak didik terhadap ilmunya. Kecintaan terhadap Rabb-nya. Menjadikan ia menyadari bahwa suatu saat ketika meninggal, anak-anak didiknya akan menjadi amal jariyah baginya. Masya Allah.
Selanjutnya, mari sama-sama kita belajar ada lima langkah yang bisa dipraktekkan dalam mengajar gaya motivator.  Namun sebelumnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bahwa ada empat peran guru. Peran – peran tersebut adalah :
1.  Mengajar
2. Mendidik 
3.Menginpirasi 
4.Menggerakkan
Terkadang kita lebih fokus pada peran mengajar. Menyampaikan ilmu yang ada di otak kita ke otak anak-anak didik. Memindahkan kurikulum yang ada ke pikiran murid kita. Jadi, jika guru hanya sekedar mengajar, maka Anda akan kalah ole pola-pola dan metode hari ini yang lebih modern (belajar online seperti youtube  atau kelas online)
Sebaiknya guru harus masuk pada zona mendidik. Guru menjadi idola, teladan dan patutu dicontoh. Diharapkan ketika masuk ke ranah mendidik, kita dapat memasukkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik, seperti kejujuran, keadilan, disiplin, tanggung jawab, bekerja sama, saling tolong menolong dan lain-lain yang bisa dijalankan oleh anak-anak didik dalam kesehariannya. Hal itu adalah pola-pola yang bisa kita lakukan dan masukkan dalam setiap pembelajaran apapun.
Guru yang mampu mendidik adalah guru yang mampu menginspirasi. Anak-anak didik akan menjadikan kita sebagai sosok yang menginspirasi dengan histori dan pengalaman. Kita adalah motivator bagi mereka. Guru yang hebat bukan hanya sekedar guru yang mengajar, tapi mampu mendidik, menginspirasi dan menggerakkan.
Berikut adalah lima tips yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menjadi guru yang mengajar gaya motivator :
1.    Jadilah guru yang menarik dan menyenangkan
Dengan ini, kita memiliki daya tarik yang membuat anak-anak didik merindukan pribadi dan materi yang kita sampaikan. Mulai dari apa yang terlihat dan dapat dirasakan dengan cara, mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang menarik dengan tampilam dan perilaku yang menarik. Jangan lupa untuk selalu memahami kondisi anak didik, sehingga kita memang diizinkan untuk masuk ke pintu pikiran mereka.
2.  Temukan titik lebihnya dan temukan nilai unggulnya. Motivasilah anak didik untuk menemukan nilai unggulnya. Albert Einstein, seorang ilmuan populer pernah berkata kalau kita memaksa seekor burung untuk berenang, ikan untuk terbang dan monyet untuk melata maka kita akan melihat kebodohan-kebodohan dari hewan-hewan tersebut. Berikan kesempatan para anak-anak didik untuk unggul. Berikan mereka momentum pada nilai lebihnya.
3.   Berikan anak-anak didik kepercayaan bahwa mereka adalah sosok-sosok yang bernilai dan bermakna. Berikan rasa percaya diri bahwa mereka mampu dan bisa untuk melakukan hal-hal yang ia punya nilai lebihnya.
4.  Libatkan anak-anak didik menjadi bagian dari pemain, bukan sekedar menjadi penonton. Jadikan mereka memiliki histori. Memiliki sejarahnya sendiri.
5.  Jangan lupa untuk selalu memberikan label positif pada anak. “Wah, kamu luar biasa”, misalnya dan label-label positif lainnya yang dapat membuat mereka merasa dihargai dan dicintai oleh kita, gurunya.
Semoga kita bisa menjadi guru motivator bagi anak-anak didik tercinta. Menjadikan mereka bermakna, berharga dan bernilai bagi sejarah masa depan mereka sendiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Pembawa Berkah Om Jay

Pertemuan 1 : Senin, 1 Juni 2020 Narasumber : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd Peresume      : Nur Najmah, S.Pd Materi pertama ini menjadi...