Pertemuan 6 : Rabu, 15 April 2020
Waktu : Pukul 19.00 s/d 21.00 WIBTema : Rahasia sebuah Karya Inovasi dan Kualitas Diri Seorang Guru Sekolah Dasar (SD)
Narasumber : Tri Agus Cahyono, M.Pd
Peresume : Nur Najmah, S.Pd (aswan.lesan@gmail.com)
Menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru adalah ketika menghadapi situasi dimana anak didik tidak dapat memahami dengan baik materi yang telah disampaikan. Kita dituntut untuk terus berinovasi dan mencari metode yang dapat menambah minat dan prestasi anak didik.
Beruntunglah, kali ini kita akan sama-sama menyimak sebuah materi yang sangat luar biasa dari seorang guru peraih juara 1 INOBEL SD bidang MIPA.
Beliau adalah Tri Agus Cahyono, guru SD Negeri Belik Tepus Kec.Tepus, Gunung kidul. Menamatkan pendidikan terakhir dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai Magister Pendidikan Dasar-IPA dengan beasiswa dari P2TK Dikdas dan meraih peringkat Cum Laude. Sangat luar biasa !
Deretan prestasi pun telah diraihnya, yakni :
- Guru berdedikasi Daerah Khusus Tingkat Nasional tahun 2016
- Juara 1 perlombaan karya inovasi pembelajaran tingkat Nasional tahun 2016 kategori MIPA
- Penghargaan Short Course ke Jepang, tahun 2017
- Finalis Olimpiade Guru Nasional Guru kelas SD tahun 2018
- Finalis Guru Berdedikasi tingkat Nasional SD tahun 2019
Menurut beliau, sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi BLOOM yang telah direvisi oleh Krathwool, ada enam tahapan dalam berpikir kognitif :
- Mengingat (C1)
- Memahami (C2)
- Menerapkan (C3)
- Menganalisis (C4)
- Mengevaluasi (C5)
- Menciptakan (C6)
Perlu diingat, jangan sampai kita berinovasi tapi :
-Tidak tahu ilmunya
-Tidak tahu maksudnya
-Tidak pernah menggunakan
-Tidak bisa menganalisis bagiannya
-Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya
Jadi, intinya jika Anda ingin menciptakan karya inovasi maka Anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.
Pengalaman ketika final lomba karya inobel yang dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi ada yang lebih penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya yang akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya jawab.
Nah, bagaimana cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja.
Belajar kita lakukan pada saat mengajar. Cara belajar yang paling baik adalah dengan mengajar. Setelah kita belajar mengingat, memahami, menerapkannya, menganalisis, kita pasti mengevaluasi (kekurangan dan kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul, dan daya cipta kita sebagai manusia akan muncul.
Bagaimana Memilih Bidang yang Akan Dibuat Inovasinya?
Kuncinya adalah "APIK" (dikutip dari Pak Arif Edi). Apa itu APIK?
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar-benar dibutuhkan)
3. Inovatif
4. Konsisten
Berikut adalah contoh karya inovasi Pak Tri yang berhasil meraih penghargaan INOBEL 2016.
Nama medianya "PLANETARIUM BEKAM." Media ini adalah hasil dari ketidakpuasan terhadap media konvensional yang selama ini digunakan yaitu, GLOBE.
Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang motivasi dan prestasi belajarnya pun kurang memuaskan. Prestasi kurang lebih disebabkan oleh kurangnya motivasi.
Motivasi rendah lebih disebabkan pada materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak adalah sesuatu yang menantang namun bisa dikerjakan. Jadi, jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi.
Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan bumi dan bulan, anak dipaksa berpikir sangat abstrak.
Jadi, fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak membandingkan globe yang diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara bumi, matahari dan bulan sangatlah sulit. Disini ketidakpuasan terhadap globe pun muncul.
Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut. Adapun kelebihan dan kekurangan globe adalah :
1. Model yang paling sesuai
2. Ada di sekolah
3. Mudah digunakan, dll.
Kekurangan :
1. Tidak bisa menampilkan bagaimana penampakan langit dari bumi saat diperagakan.
Meskipun anak kelas 6 SD, sudah mampu berpikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas. Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima materi tersebut.
Semisal Gerak semu harian matahari. Kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah bumi.
Apakah kelebihan dan kekurangan karya harus berdasarkan unsur TIKnya?
Kelebihan dari sebuah karya bukanlah dari sifat modern atau tradisionalnya tetapi lebih kepada kebermanfaatan, ide, dan kemudahan untuk digunakan dan direplika oleh orang lain. Meskipun karya berbasis TIK kelihatan lebih keren tetapi sulit untuk ditiru dibuat oleh guru lain atau sulit diaplikasikan di daerah2 tertentu maka nilainya akan kurang.
Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari. Sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar. Itu kendala yg harus diselesaikan
Nah dimana Pak Tri mendapatkan ide? Untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bisa langsung dijelaskan untuk mengatasi kendalanya. Aktifitas Pak Tri dengan kamera sangat tinggi. Hampir setiap kegiatan saya rekam foto dan video.
Satu hal yang juga sangat membantu dalam karya seorang guru adalah kerja sama dengan rekan guru lainnya. Demikian halnya dengan Pak Tri yang mempunyai rekan kerja yang sangat mendukung dan membantu dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di luar sekolah.
Pengalaman Pak Tri ketika merekam video dengan kamera action cam misalnya, kita menggunakannya dalam kondisi bergerak sedangkan obyek yang kita shot tidak bergerak maka ketika kita memutar videonya, hasilnya benda yang kita shot kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak dan kamera merupakan alat optik yang menyerupai kinerja mata. Sehingga beliau mempunyai ide memasang kamera pada globe sebagai pengganti mata.
Kamera yang digunakan tadi dipasang harus bisa live menampilkan kenampakan langit. Kamera dihubungkan ke laptop dan hubungkan ke proyektor (LCD) dan sorotkan ke langit2 kelas. Maka jadilah planetarium bekam.
Bekam = Globe berkamera. Cara menggunakan dalam pembelajaran seperti menggunakan globe biasa.
Kriteria karya Inobel
Mari tingkatkan inovasi sebagai guru dengan menerapkan 2 kunci inovasi "
Kunci Inovasi
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama
Silahkan terapkan APIK tadi menurut kondisi anda sendiri.
Minimalkan administrasi, lebih ke hal2 aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyaka hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yg penting2 saja.
Pendaftaran inobel adalah melalui seleski karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yg menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine
Karya tulisnya yg paling bagus adalah karya pengembangan (Research & design)
Kalau tidak bisa lebih baik bestpractise.
Tidak perlu banyak fungsi tetapi berpengaruh dan mempunyai rentetan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah.
Dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yang bersumber dari luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dll tetapi FOKUS pada KOMPETENSI DIRI itulah yang akan memudahkan kita menemukan hal-hal/ide penting yg membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yg kita dapat,.. OGN akan dapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan kualitas diri untuk karya yg berkualitas. Terima kasih dan semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekilafan.







Mantap
BalasHapus